
“Hati-hati di jalan, Nak.” Pesan itu selalu kita dengar saat berpamitan. Tapi apa jadinya ketika “jalan” yang kita tempuh adalah lautan? Di sana, “hati-hati” bukan sekadar pesan—ia adalah nyawa.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal di perairan Indonesia. Dari jumlah tersebut, 239 orang meninggal dunia dan 203 orang dinyatakan hilang. Angka ini bukan sekadar statistik—setiap angka adalah nama, keluarga, dan cerita yang terhenti.
Apakah Laut Semakin Ganas?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa memasuki musim hujan, gelombang tinggi dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter, terutama di perairan Indonesia. Gelombang tinggi dapat terjadi secara tiba-tiba dan sangat membahayakan, terutama bagi kapal kecil dan tradisional.
Angka-angka ini bukan untuk menakut-nakuti. Ini adalah cara laut “berbicara” kepada kita—mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak mengenal moda. Di darat atau di laut, pesan leluhur tetap sama: “Hati-hati di jala



